Wisatawan Dibubarkan, Pedagang Mengeluh Jualan Belum Laku Modal Dapat Ngutang

  • Whatsapp
suasana pantai anyer tampak sepi setelah pembubaran wisatawan yang diakukan oleh personil Polres Cilegon, Minggu (16/5). (Foto: Fikram/banteninsight)

SERANG, BANTENINSIHTCO.ID – Para pedagang di Pantai Anyer mengeluh dikarenakan adanya pembubaran wisatawan yang dilakukan oleh personil kepolisian Cilegon berdasarkan instruksi dari Gubernur Banten Wahidin Halim.

Bacaan Lainnya

Pembubaran yang dimaksudkan untuk memutus mata rantai penyebaran Covis-19 itu, menimbulkan dampak kepada para pedagang di Pantai Anyer.

Bahkan beberapa pedagang mengeluhkan bahwasannya kebijakan yang dikeluarkan oleh Gubernur Banten dianggap terlalu dadakan. Hal itu, dikarenakan kebijakan tersebut belum diketahui para pedagang sebelum perayaan idul fitri 1442 H atau tahun 2021.

Akibatnya beberapa  pedagang sudah berhutang untuk membeli bahan dagangan dan membayar lapak berjualan dengan tujuan mendulang rupiah dari para wisatawan yang berkunjung di Pantai Anyer.

Salah seorang pedangang di Pantai Anyer Asep mengatakan dagangannnya belum laku akan tetapi sudah ada pembubaran terhadap wisatawan yang berkunjung ke Pantai Anyer.

“Baru mau jualan, belum ada yang laku tapi udah dibubarin,” katanya kepada wartawan, Minggu (16/5).

Ia juga mengatakan pemerintah tidak memperhatikan nasib masyarakat miskin. Oeh karena itu para pedagang yang berasal dari goongan masyarkat miskin diusir.

“Udah pada kaya semua, makanya orang miskin dibuburak (diusir),” keluhnya.

Ia juga mengatakan meskipun ada virus corona. Akan tetapi ia mempercayai jika yang maha kuasa tidak menghendaki maka tidak akan terinveksi virus corona.

Ia juga mengatakan selama dua tahun pandemi covid-19 memberikan dampak yang tidak baik terhadap usahanya. Kata dia, selama itu pula ia merasa sengsara.

“Sudah dua tahun sengsara,” katanya.

Ia juga mengatakan sudah enam bulan kontrakannya karena turunnya pendapatan. Kata dia, turunnya pendapatan tersebut telah terjadi sejak bencana alam tsunami yang melanda wilayah Anyer tahun 2018.

Lanjutnya, meskipun pernah dilanda bencana tsunami tahun 2018. Kata dia, yang paling berdampak terhadap kehidupannya adalah pandemi covid-19. (Fikram)

Pos terkait